perlunya notaris dalam jual rumah

Jual beli rumah memerlukan jasa notaris untuk mengesahkan perjanjian jual beli,  akta jual beli (AJB) dan akta pembagian hak tangguangan. Notaris juga di butuhkan untuk balik nama sertifikat dan juga memeriksa ke absahan dari suatu sertifikat. Semua ini di karenakan bahwa Notaris sendiri merupakan Pejabat Umum dengan kewenangan membuat Akta Otentik mengenai semua dokumen berupa perjanjian dan kewenangan, yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014.

Lalu apa fungsi notaris yang sesungguhnya dalam jual beli rumah ataupun properti lainnya?

Fungsi Notaris

Menurut pasal Pasal 15 ayat (1) UUJN mengatakan bahwa Notaris berwenang membuat akta otentik mengenai semua perbuatan, perjanjian, dan ketetapan yang diharuskan oleh peraturan perundang-undangan dan/atau yang dikehendaki oleh yang berkepentingan untuk dinyatakan dalam akta otentik, menjamin kepastian tanggal pembuatan akta, menyimpan akta, memberikan grosse, salinan dan kutipan akta, semuanya itu sepanjang pembuatan akta-akta itu tidak juga ditugaskan atau dikecualikan kepada pejabat lain atau orang lain yang ditetapkan oleh undang-undang.

Jadi fungsi dan kewenangan notaris adalah sebagai berikut:

  • Membuat Akta Otentik mengenai perbuatan, perjanjian dan penetapan yang diharuskan peraturan perundang-undangan
  • Mencatat surat-surat yang dibuat di bawah tangan
  • Membuat salinan dari surat-surat asli
  • Melakukan pencocokan salinan dengan surat asli
  • Menjamin kepastian tanggal pembuatan akta
  • Menyimpan akta dan memberikan grosse, salinan dan kutipan akta
  • Memberikan penyuluhan hukum sehubungan dengan pembuatan akta
  • Membuat akta yang berkaitan dengan pertanahan (akta jual beli dan sertifikat tanah)

Notaris juga mempunyai kewajiban dalam menjalankan jabatannya. Kewajiban notaries itu meliputi:

  • Bertindak jujur, amanah, mandiri dan tidak berpihak demi menjaga kepentingan pihak yang terkait perbuatan hukum
  • Membuat akta dalam bentuk minuta akta dan menyimpan sebagai bagian dari Protokol Notaris
  • Merahasiakan segala sesuatu mengenai akta yang dibuat dan segala keterangan yang diperoleh
  • Kewajiban notaris lainnya juga termasuk pembukuan akta hingga membacakan akta dengan dihadiri paling sedikit 2 orang saksi saat pembuatan wasiat dan lain sebagainya.

Hal Yang Harus Dipertimbangkan Dalam Memilih Notaris

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih notary untuk mebantu dalam jual beri rumah dan property lainnya

Kejujuran dan Etika Penting Dalam Memilih Notaris

Pilihlah notaris yang jujur.

Sebaiknya sebelum memakai jasa seorang notaris, sebaiknya terlebih dahulu meminta penjelasan tentang cara kerja, waktu penyelesaian pekerjaan, termasuk total biaya yang keluar hingga pekerjaan tuntas.  Hal ini untuk menghindari potensi tindak penipuan atau hal lain yang tidak diinginkan.

Memilih notaris yang jujur dan professional bukan perkara mudah tapi sangatlah penting untuk menghindari keluar banyak uang sementara kasus jual beli tak kunjung selesai karena sang Notaris bermasalah. Poin penting  penilaian  adalah ketepatan waktu dan urusan biaya yang nantinya harus  keluarkan ketika menyetujui menggunakan jasa Notaris tersebut.

Lembaga  atau instansi (Bank, PT, CV) yang pernah ditangani oleh notaris tersebut

Jika notaris tersebut telah membantu lembaga-lembaga yang cukup besar dan  dikenal publik artinya notaris tersebut memiliki kredibilitas tinggi dan bisa dipercaya. Ada beberapa kemungkinan yang bisa diambil dari nama lembaga atau instansi yang ditangani.  Jika Notaris tersebut banyak digunakan jasanya oleh pihak perbankan maka dapat dikatakan Notaris tersebut patut dipilih karena kredibilitasnya cukup baik. Hal ini mengingat sistem bank yang cukup selektif dalam memberikan likuiditas.

Senior bukan berarti profesional

Tolak ukur dari profesional tidak bisa dilihat dari umur yang bersangkutan, tetapi dari jam terbang yang telah dilakukan oleh notaris tersebut.  Bagaimana notaris itu mengerjakan dokumen kenotariatan, siapa klien klien yang pernah di tangani dan apakah notaris itu mempunyai keragaman kasus yang pernah di tangani dari jenis dan besarnya kasus tersebut.

Cara berkomunikasi yang bersahabat.

Salah satu hal sederhana namun penting adalah bagaimana klien dapat berkomunikasi dengan pejabat kenotariatan yang menangani urusan mereka. Posisi notaris adalah konsultan yang berlaku seperti sahabat yang memberikan informasi, memberikan penjelasan detail, termasuk mengingatkan resiko jika terjadi apa maka bagaimana jalan keluarnya. Gaya komunikasi yang komunikatif tentunya akan mempermudah kita dalam  mencapai tujuan ketika  menggunakan jasa notaries tersebut.

Notaris atau PPAT untuk membantu jual beli rumah atau property lainnya

Beda Fungsi Notaris dan PPAT

Berdasarkan wewenang, notaris adalah pejabat umum yang bertugas membuat akta otentik atau tugas lain yang telah ditentukan perundang-undangan seperti yang telah tercantum dalam fungsi notaris.

Dengan kata lain, area kerja notaris ada di ranah hukum privat, membuat akta atau perjanjian antar warga, warga dengan lembaga, dan warga dengan pemerintah. Perjanjian itu terkait pertanahan, kekeluargaan, atau perkawinan.

Sedangkan PPAT area tugasnya memang bersinggungan dengan notaris.  Namun, perlu dipahami bahwa seorang PPAT belum tentu notaris, begitupun sebaliknya.  Pihak yang mengangkat notaris dan PPAT pun berbeda.  Notaris diangkat Menteri Hukum dan HAM, sementara PPAT diangkat oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional.

Untuk payung hukumnya, wewenang PPAT berpedoman pada Peraturan Pemerintah No37/1998 tentang jabatan PPAT.  Di dalamnya dijelaskan bahwa PPAT merupakan pejabat umum yang berwenang membuat akta mengenai perbuatan hukum tertentu atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun. Jadi wewenang PPAT lebih sempit dibanding  notaris.

Pilih Notaris atau PPAT untuk membantu jual beli tanah atau property lainnya

Pilihan ini biasanya berkaitan dengan harga jasa yang harus dibayar.  Mana yang lebih ekonomis, menggunakan jasa notaris atau PPAT?

Mengurus dokumen ke notaris atau PPAT tak jauh beda secara umum,  karena negara sudah menunjuk keduanya sebagai pihak yang berwenang. Begitu juga dengan aturan uang  jasa keduanya.

Besar kecilnya biaya notaris atau PPAT biasanya ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Lokasi tanah terkait dengan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak). NJOP kawasan Jakarta tentunya lebih tinggi dibanding Bogor.
  • Besaran pajak yang harus dibayarkan karena penerbitan akta harus melunasi dulu BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) dan PPh (Pajak penghasilan).
  • Tarif pengurusan di kantor pertanahan yang bisa berbeda-beda tiap wilayah. Biasanya ada biaya non resmi yang ditanggung pemohon.
  • Tarif jasa notaris atau PPAT yang berbeda tergantung domisili dan jam terbang notaris atau PPAT yang bersangkutan
  • Lamanya waktu pengurusan.

Pengurusan pembuatan akta umumnya dalam rentang waktu 1 sampai 2 bulan.  Notaris atau PPAT akan berusaha memenuhi tengat waktu ini. Bila terlewat mereka bisa terkena sanksi dan teguran. Dalam praktiknya, notaris atau PPAT bisa memungut biaya lebih tinggi dari ketentuan. Ada sejumlah kondisi yang menyebabkan perbedaan dari harga notaries dan PPTA ini misalnya, di suatu wilayah memiliki jumlah notaris atau PPAT sangat sedikit akan membuat notaris dan PPAT cenderung jual mahal, ketimbang daerah lain dengan jumlah notaris dan PPAT yang banyak.