Perumahan Kelas Menengah Paling Laku Dijual

Permintaan rumah dengan harga di bawah Rp 2 miliar per unit masih menggeliat naik. Karenanya pengembang properti berbondong-bondong mengembangkan segmen pasar tersebut. Selama pandemi Covid-19 penjualan rumah mewah di atas Rp 2 miliar tidak terlalu menarik karena banyak konsumen yang menahan pembelian. Sebaliknya penjualan rumah dengan harga di bawah Rp 1 miliar masih cukup banyak peminatnya

Makanya selama masa pandemi belum berakhir banyak pengembang masih akan menjual di segmen rumah kurang dari Rp 2 miliar. PT Metropolitan Land Tbk mengatakan bahwa penjualan rumah tahun 2020 masih ditopang perumahan di harga Rp 1 miliar hingga Rp 1,5 miliar. Hal ini juga disetujui oleh Direktur Ciputra Development Tulus Santoso yang mengatakan bahwa harga kisaran tersebut merupakan properti rumah yang paling banyak dicari.

Hal tersebut lantaran sebagai kebutuhan untuk digunakan sendiri. Karena memang rumah tapak biasanya end user yang membeli untuk ditinggali, berbeda dengan properti lain seperti apartemen yang mungkin lebih banyak untuk investasi karena lokasinya yang cenderung lebih strategis.

Di tengah tekanan pandemi Covid-19, Ciputra Development juga masih fokus memasarkan proyek-proyek dengan harga di bawah Rp 2 miliar. Karena untuk proyek-proyek di atas Rp 2 miliar disebutnya memang masih berjalan namun tidaklah secepat penjualan rumah dikisaran harga yang lebih rendah. “Kami fokus di bawah Rp 2 miliar karena kalau di Jakarta sudah tidak ada rumah di bawah Rp 1 miliar,” lanjutnya.

Berdasarkan catatan ABCRumah untuk emiten berkode CTRA tahun ini masih mengandalkan proyek-proyek yang telah ada melalui peluncuran klaster-klaster baru. Setidaknya, dari proyek eksisting perusahaan memproyeksikan akan meluncurkan 1 – 2 klaster baru saja. Dalam waktu dekat, melalui CitraLand Cibubur akan kembali meluncurkan kluster hunian terbarunya di awal tahun ini yakni Cluster Monterrey. Kluster anyar yang mengusung konsep smart living ini menyasar segmen hunian seharga di bawah Rp 1 miliar.

Direktur Metropolitand Land, Wahyu Sulitio menyebutkan rumah kategori mewah selama masa pandemi ini penjualannya tidak terlalu menarik lantaran banyak yang menahan pembelian. “Yang kami lihat masih laku keras itu di bawah Rp 1 miliar. Penjualan kami sendiri masih ditopang penjualan perumahan di harga Rp 1 miliar – Rp 1,5 miliar,” ujarnya.

Pengembangan Perumahan Metropolitan Land

Hal senada juga diungkapkan oleh PT Intiland Development Tbk (DILD) yang masih berfokus menyasar pasar segmen menengah. Hal tersebut terlihat dari kontribusi segmen tersebut yang mencapai 68 persen dari total marketing sales perusahaan atau Rp 638 miliar dari total marketing sales dengan kontributor utama penjualan berasal dari proyek perumahan seperti Graha Natura, Serenia Hills, Talaga Bestari, dan Magnolia Residence.

Sekretris Perusahaan Intiland Development Theresia Rustandi menyebutkan pasar rumah dengan harga di atas Rp 2 miliar masih memiliki tempat tersendiri di masyarakat. Menurutnya, hunian jenis ini memiliki nilai yang tinggi, dilihat dari aspek lokasi, kemudahan akses, hingga fasilitas publik di daerah sekitar sehingga apresiasi nilai jual kembali rumah dan tanah juga naik. Bahkan, tren pertumbuhan rumah kelas atas disebut mulai terlihat pada Kuartal III-2020.

Hanya saja, segmen tersebut dinilai masih akan dipengaruhi secondary market dari investor. Sementara kemampuan pembeli akhir yaitu mereka yang membeli rumah untuk dijadikan tempat tinggal rata-rata berada di level menengah. Hal itu, terlihat dari pencapaian marketing sales perusahaan sepanjang 2020 yang mana penjualan dari segmen rumah tapak memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan Intiland. Sedangkan strategi tahun ini adalah untuk berhati hati dalam meluncurkan dan mengembangkan proyek baru dan hanya fokus mengembangkan proyek yang telah ada.

Dengan begitu, perusahaan masih akan melanjutkan pengembangan sejumlah proyek kawasan perumahan di atas Rp 1 miliar antara lain Pinang Residence, Serenia Hills, Graha Natura, serta perumahan dengan harga mulai dari Rp 500 jutaan di Tangerang seperti Magnolia Residence dan Talaga Bestari.

Perumahan Murah Magnolia Residence

Pemilihan properti rumah tapak sebagai andalan perusahaan juga lantaran penjualan properti ini lebih baik dibandingkan penjualan apartemen khususnya sepanjang tahun lalu bahkan pasar primer atau rumah baru untuk segmen rumah tapak juga stabil sepanjang 2020.

Penjualan rumah tapak lebih cepat bergerak dan laris dibanding properti lain karena gencarnya kombinasi antara inovasi produk dan strategi pricing, diikuti kerjasama program pembiayaan konsumen dengan bank pemberi KPR yang menawarkan banyak kemudahan cara bayar serta preferensi masyarakat Indonesia untuk memiliki rumah yang berdiri di lahan sendiri memang masih tetap tinggi.

Untuk pengembangan proyek apartemennya maka perusahaan tetap fokus melanjutkan pengembangan proyek eksisting seperti Fifty Seven promenade di Thamrin, SQ Res di TB Simatupang, Regatta di Pantai Mutiara dengan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 1,5 triliun.